Boss…tolong sebarkan sms ini

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 29 April 2017 pukul 00:21
Tautan:

Malam-malam saya mendapatkan broadcast di WA (whatsapp) group, bukan japri, yang isinya:

Boss…tolong sebarkan sms ini :
Bismillah 7×
Ya Allah
Ya Rohkman
Ya Rohim
Ya Malik
Ya Kudus
Ya Salam
Ya Mu’min
Ya Muhaimin
Ya Aziz
Ya Jabar
Ya Mutakabbir
Kirimakn Asma Allah ini kepada 20 orang,
In Sha Allah hr sabtu anda akan mendapat berita baik,
Siapa yg tidak menghiraukan maka akan mendapat nasib yg buruk selama 6 thn
Jikalau anda ikhlas mau mengorbankan 20 sms krn Asma Allah dlm wkt 1 hr anda akn mendpt rizki yg tia da tara,
Jumlahnya jngn di remehkan
Demi Allah jangan dihapus Teh dikirimkan.

Ini asli deh, rancu bin rancu bin rancu, tidak perlu orang yang pintar agama sekalipun atau orang yang rajin ngaji atau orang yang sholeh / sholihah sekalipun untuk bisa menetapkan bahwa isi pesan ini sangat rancu dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Hanya dengan logika anda saja, itu sudah cukup menalar kalau isi broadcast ini benar-benar tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Oke, kita telaah ya satu persatu.

  1. Dia bilang “Boss…tolong sebarkan sms ini”, tapi dia ngirimnya bukan pakai sms tapi pakai chattingan, WA, dengan koneksi internet. Sedangkan sms ini diperlukan pulsa. Sorry, beda ah.
  2. Bismillah 7x, OK lah Bismillah nya udah bener, kalau kita mau melakukan sesuatu harus didahulukan dengan menyebut nama Allah. Tapi jumlahnya? kenapa 7x? kenapa dengan bilangan lain? masalah?
  3. Asmaul Husna nya kenapa ditulis pakai bahasa Indonesia? berarti sms ini cuma berlaku untuk orang Indonesia? Emangnyah, orang Indonesia doangan yang Islam? kenapa gak pakai bahasa Arab? OK lah kalau alasannya ini broadcastnya cuma untuk orang Indonesia, yang bener “Ya Rokhman” atau “Ya Rohman” atau “Ya Rahman”? Yang bener “Ya Rohim” apa “Ya Rahim”? mmmm dan seterusnya yang menurut saya susah kalau gak baku begini jadi binggung penulisannya yang bener yang mana. OK lah kalau alasannya penulisannya disesuaikan dengan pengejaan atau pelafalannya, eit, tar dulu, kira-kira orang mana yang bilang “Ya Rokhman”? Indonesia banyak suku loh, sama gak tuh kira-kira pelafalannya?
  4. Masih mengenai Asmaul Husna, kenapa juga kok cuma 11? bukannya Asmaul Husna itu ada banyak? Mmmmm ada juga yang bilang jumlah Asmaul Husna ada 99, ya intinya kenapa cuma 11 tapi ditulisnya tetap Asmaul Husna. Kenapa? kecapaian bacanya? apakah. OK lah kalau alasannya yang intinya aja, eit, tar dulu, trus yang lain, nama Allah yang ada di Asmaul Husna bukan inti? ckckck
  5. Terus, kata “Kirimakn Asma Allah ini kepada 20 orang,”, ini memang disengaja atau gimana ya? Kirimkan beda loh dengan “Kirimakn”. Seolah ini disengaja dengan illustrasi orang pertama yang buat tulisan ini kemudian ditangkap, trus, dia bisa ngeles deh, untuk melakukan pembelaan dirinya dengan bilang, “Coba perhatikan dikata-kata tersebut, saya tidak menyuruh untuk mengirimkan atau kirimkan tapi disitu saya tulis kirimakn, adakah bahasa Indonesia yang sama dengan kirimakn? Artinya, saya tidak pernah kepada orang yang saya kirimkan tulisan ini untuk membroadcast lagi atau semacamnya” Nah loh, asem. Kalau emang alasannya karena terburu-buru, karena sebetulnya adalah kirimkan, bukan kirimakn. Nah, kok segala terburu-buru, lah, berarti banyak dong yang salah ditulisan ntuh. et dah, masa menyampaikan kebaikan itu buru-buru, ya harus dengan kesabaran dan ketelitian dong. ah ah ah. Lumayan nih, jadi banyak juga curcol nya.
  6. Masih di kata-kata “Kirimakn Asma Allah ini kepada 20 orang,”, lah, berarti pan, ini seharusnya dilakukan secara japri, kepada 20 orang, bukan di salah satu group, wah maen enaknya sendiri itu mah, curang. gak aci ah, bit bit bit bit-an ah, curang.

Wah, masih banyak lagi deh itu kritisi dan kritikan untuk tulisan yang dibroadcast ntuh-ntuh orang. Gak bener, gak bener, gak bener.

Intinya mah, kira-kira dia orang bisa mastiin gak tuh kalau tulisan itu bener ada perintahnya dari Allah? atau ada perintah dari Rasulullah? atau bahkan ada yang pernah melakukannya di zaman dahulu? apan, dulu mah gak ada sms pan ya, trus, gimana dong tuh, masa orang dulu kasian amat, gak pernah punya kabar baik, het dah, ah, gak bener banget dah.

Kalau masih ada yang percaya dan masih ada yang melakukan broadcast tulisan diatas karena takut dari ancaman tulisan itu, mungkin imannya harus dipertanyakan. Enak banget tuk dapet kabar baik, trus, ngapah kudu hari sabtu doangan ada kabar baiknya? het dah. Subhanallah. Tuh, jadi nambah lagi dah koreksiannya, hehehe. Dah ah, males juga, sorry nih, lagi iseng nih kita.

Ya itulah pentingnya ilmu.

Semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah-Nya untuk bisa istiqomah dijalan yang diridhai-Nya.

Do’a Pelipur Lara

Terakhir diperbaharui: Senin, 21 November 2016 pukul 08:06
Tautan: http://darto.id/72

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’aliahi wasallam bersabda: “apabila seorang hamba ditimpa kegelisahan atau kesedihan, lalu ia berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

 

Allaahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwalaka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min kholqika, awis ta’ tsar ta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robbii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.

Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

sumber: minangsunnah

Mengejar Dunia

Terakhir diperbaharui: Rabu, 21 September 2016 pukul 10:32
Tautan: http://darto.id/6q

Entah, sedang mencari sesuatu, eh malah dihadapkan pada hadits ini. Sepertinya sedang diingatkan kembali arah dan tujuan hidup, Alhamdulillah. Semoga kita tidak pernah lelah dalam mengambil hikmah atau tidak pernah lelah dalam menyadari peringatan dari Illahi dalam menggapai nilai-nilai hidup yang sesungguhnya.

مَنْكانتالدنياهَمَّهُفَرَّقاللهعليهأمرَهُوجَعَلَفَقْرَهُبينعينيهولميَأْتِهمنالدنياإلاماكُتِبَله،ومنكانتالآخرةُنِيَّتَهُجَمَعَاللهُلهأَمْرَهُوجَعَلَغِناهفيقَلْبِهوأَتَتْهُالدنياوهِيَراغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)

HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani.

Sampai Kapan Mau Meremehkan Akhirat?

Terakhir diperbaharui: Senin, 19 September 2016 pukul 15:00
Tautan: http://darto.id/6p

Dunia itu semuanya kecil, yang tersisa dari dunia pun hanya kecil dan bagian kita dari yang kecil itu kecil juga dan yang tersisa untuk kita dari bagian kita itu, keciiil. Maka sampai kapan kita meremehkan akhirat yang dekat dan akan menjadi tempat kembali kita?

Syaikh Dr Sulaiman ar Ruhaili, Dosen Universitas Islam Madinah

Linux: Kill Process

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/7

Dari semalaman pusing juga mau setup shoutcast tuk streaming radio di daerah Semarang. Pakai perintah

ps aux | grep sc_serv

gak nongol juga yang dicari. Biasanya cuma pakai perintah ini ya ketemu. Sekarang kok aneh ya. Karena rencananya mau diganti password dan informasinya. Dicoba pakai Webmin, dilihat processnya juga gak ada. Mmmm… mungkin ilmunya belum nyampe nih.

Tanpa berputus asa. Nah, akhirnya nyoba command “top“, eh malah binun bacana. Akhirnya pakai perintah

top -n 1 -b > top-output.txt

Coba baca, eh malah binun juga bacana, terlebih gak nemu juga apa yang dicari secara specific atau mungkin karena ilmunya belum sampai aja yah, xixixi.

Terakhir, mending diem aja dulu deh, dinginin pikiran tuk cari sudut pandang lain. Walah, malah jadi inget anak istri, tapi Alhamdulillah, memang jadi rileks, hehehe. Nah, KETEMU. Karena aplikasinya jalan di port 80, tinggal pakai perintah

netstat -nlp|grep 80

Kena deh, ketemu PID nya, dan langsung aja kill processnya dengan perintah

kill -9 PID

Ternyata sama aja dengan kehidupan ya, hehehe. Karena kita terbiasa dengan sesuatu apa yang kita lakukan dalam menyelesaikan masalah, dan ketika masalah itu tidak terselesaikan, kita nya jadi gerabak gerubuk atau hal lainnya yang negatif. Tapi kalau dinginkan kepala terlebih dahulu, dan bukannya lari dari permasalahan, melainkan dengan melihatnya dari sudut pandang lain, Insya Allah akan dituntun jalan yang benar untuk menyelesaikan masalahnya.

SIP, life must go on.

TANPA ILMU, AMAL TIDAK MUNGKIN DITERIMA ALLAH TA’ALA

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/19

Sesungguhnya ilmu adalah imamnya amal, dan amal adalah pengikutnya dan prajuritnya. Setiap amal yang selalu menyelisihi ilmu (yang tidak mengikuti bimbingan ilmu) maka amal tersebut tidak akan memberikan manfaat bagi pelakunya bahkan dapat memberikan mudharat padanya.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh sebagian kaum salaf: “Barang siapa yang beribadah kepada ALLAH tanpa ilmu maka yang dia rusak lebih besar dari apa yang dia perbaiki”.
Suatu amal diterima atau tidaknya sangat bergantung sesuai atau tidaknya amal itu dengan ilmu. Apabila amal tersebut sesuai dengan ilmu maka amal tersebut diterima, dan apabila amal tersebut menyelishi ilmu (bertentangan) dengannya maka amal tersebut tertolak.
Jadi, Ilmu merupakan tolak ukur yang utama.
ALLAH berfirman dalam surah almulk: 2.
Berkata fudhail bin iyadh ketika menafsirkan ayat “Ahsanu amalaan” ialah: “Amal yang paling ikhlas dan yang paling benar”
Sesungguhnya suatu amal jika ikhlas namun tidak benar maka amal tersebut tertolak. Dan jika benar namun tidak ikhlas juga tertolak. Ikhlas yaitu dilakukan karena ALLAH, dan benar yaitu harus sesuai dengan sunnah.
Ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah 2 syarat diterimanya amal. Dan seseorang tidak mungkin bisa menghimpun kedua syarat tersebut melainkan dengan ilmu. Tanpa Ilmu, amal tidak mungkin diterima ALLAH ta’ala.
Jadi ilmu merupakan petunjuk menuju keikhlasan dan petunjuk dalam mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
(Al-Ilmu fadhluhu wa syarafuhu: 92-93)
Terjemahkan secara ringkas.
Note:
Ilmu yang dimaksud ialah yang bersumber dari alqur’an dan sunnah sebagaimana yang difahami oleh para sahabat Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam.
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.
Note:
Tdk ada acara-acara/ ritual-ritual khusus dalam menyambut pergantian tahun baru hijriah ataupun masehi

Tuduhan

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/1e

Barangsiapa yang membicarakan sesuatu yang tidak ada pada diri seorang Mu’min,maka akan dimasukkan kedalam mulut/ ditenggelamkan mereka Radghatal Khabal (lubang yang penuh dengan darah dan nanah yang mengalir/ cairan dari penghuni-penghuni neraka), sehingga dia dibersihkan (dari hukuman) dosa-dosa yang diucapkannya (keluar dari mulutnya apa yang pernah dia ucapakan)/sampai dia bertaubat dan MINTA HALAL  ” (terhadap apa yang pernah dia tuduhkan didunia ini). (HR. Abu Dawud 3594 )

Untuk itu wahai saudaraku tahanlah lisanmu, janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmunya…dan segeralah bertaubat kepada ALLAH..