Argumen

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 29 Juli 2017 pukul 01:03
Tautan: http://darto.id/7f

Manusia masih saja suka salah paham atau salah sangka atau bisa jadi dikatakan salah dalam pola pikir. Bahwa dengan selalu bisa memberikan argumen atau bisa memberikan balasan kata-kata terhadap orang yang kita ajak bicara, biasanya berdiskusi mengenai sebuah pendapat, bahwa kita merasa telah menaklukan lawan bicara jika bisa memberikan sebuah atau banyak argumen. Tidak selamanya bisa memberikan argumen selalu bisa dikatakan bahwa kita benar dan tidak selamanya bisa membuat diam lawan bicara oleh argumen kita membuktikan bahwa kita sudah berada di jalan yang benar.

Diriwayatkan, bahwasanya ‘Umar bin al-Khaththab berkata: “Barang siapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barang siapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barang siapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya”. [Riwayat al-Qudha`i dalam Musnad asy-Syihab, no. 374. Ibnu Hibban dalam Raudhatul-‘Uqala`, hlm. 44. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulûm wal Hikam, Juz 1, hlm. 339]

 

memperoleh manfaat sepenuhnya dari perdebatan

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/4t

Satu-satunya cara memperoleh manfaat sepenuhnya dari perdebatan adalah menghindarinya tapi bukan lari dari masalah dari yang sedang Kita hadapi.

Jangan terburu-buru bertindak

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/4x

Jangan terburu-buru bertindak, beri waktu kepada dua belah pihak (Kita Dan dia) untuk memikirkan masalahnya.

Sarankan pertemuan berikutnya diadakan selanjutnya Hari itu atau esok harinya, ketika dimana Kita Dan lawan Kita berada pada sebuah emosi Dan temperamental yang tinggi.

Dalam mempersiapkan pertemuan ini, ajukan beberapa pertanyaan sulit kepada diri Kita sendiri, seperti :

Mungkinkah lawan Kita benar ?

Sebagian benar ?

Adakah kebenaran dalam posisi atau argumentasi dia ?

Apakah reaksi saya yang akan menyelesaikan masalah, atau apakah hanya menghasilkan frustasi ?

Apakah reaksi saya akan membuat lawan Kita semakin menjauh, atau bisa menarik dia lebih dekat dengan Kita ?

Apakah reaksi saya akan mempercepat perkiraan bahwa saya seorang yang baik ?

Apakah saya akan menang atau kalah ?

Kalau saya berdiam diri saja dalam maslaah ini, apakah rasa tidak setuju itu akan meledak ?

Apakah situasi sulit ini merupakan kesempatan bagi saya ?

Berterimakasihlah Pada Lawan Kita Dengan Tulus

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/4z

Berterimakasihlah pada lawan Kita dengan tulus terhadap minat-minat yang telah dia sampaikan.

Siapa pun yang mau meluangkan waktu untuk menyatakan ketidak setujuan terhadap diri Kita berarti dia berminat dalam hal yang sama seperti Kita.

Pikirkan mereka sebagai orang-orang yang benar-benar ingin menolong Kita dalam mencarikan Kita sebuah titik permasalahan, Dan mungkin Kita bisa menjadikan lawan Kita sebagai teman Kita.

Berjanjilah untuk memikirkan ide-ide lawan Kita

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/54

Berjanjilah untuk memikirkan ide-ide lawan Kita Dan pelajari ide-ide itu dengan seksama.

Dan lakukanlah dengan seungguh-sungguh.

Orang yang menjadi petentang dalam jalan Kita mungkin dia itu benar.

Dan jauh lebih mudah pada tahap ini untuk memikirkan pandangan-pandangan lawan Kita, dibandingkan Kita maju cepat Dan mendapatkan diri Kita berada didalam posisi dimana lawan Kita bisa berkata : “saya sudah berusaha menyampaikan pada anda, tapi anda tidak mau mendengarkan”.

Sekali lagi jangan sampi dia berbicara demikian atau mempunyai pikiran demikian, karena hal ini akan menyusahkan jalan Kita sendiri.

Cari celah-celah dari pembicaraan lawan sebuah kesepakatan

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/5b

Cari celah-celah dari pembicaraan lawan sebuah kesepakatan.

Kalau Kita telah mendengarkan pembicaraan lawan Kita, pikirkan dulu pokok-pokok atau bidang-bidang yang menjadi sebuah kesepakatan yang tentunya dapat Kita setujui.

Dengarkan dulu pembicaraan orang lain

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/5c

Dengarkan dulu pembicaraan orang lain.

Beri kesempatan lawan bicara Kita untuk berbicara.

Biarkan dia selesai berbicara.

Jangan menolak, mempertahankan diri Kita sendiri atau berdebat.

Semua hal itu akan mempertinggi tembok penghalang bagi jalan Kita sendiri.

Berusahalah membangun jembatan pengertian.

Jangan membangun penghalang yang lebih tinggi dari kesalahpahaman.