Argumen

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 29 Juli 2017 pukul 01:03
Tautan: http://darto.id/7f

Manusia masih saja suka salah paham atau salah sangka atau bisa jadi dikatakan salah dalam pola pikir. Bahwa dengan selalu bisa memberikan argumen atau bisa memberikan balasan kata-kata terhadap orang yang kita ajak bicara, biasanya berdiskusi mengenai sebuah pendapat, bahwa kita merasa telah menaklukan lawan bicara jika bisa memberikan sebuah atau banyak argumen. Tidak selamanya bisa memberikan argumen selalu bisa dikatakan bahwa kita benar dan tidak selamanya bisa membuat diam lawan bicara oleh argumen kita membuktikan bahwa kita sudah berada di jalan yang benar.

Diriwayatkan, bahwasanya ‘Umar bin al-Khaththab berkata: “Barang siapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barang siapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barang siapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya”. [Riwayat al-Qudha`i dalam Musnad asy-Syihab, no. 374. Ibnu Hibban dalam Raudhatul-‘Uqala`, hlm. 44. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulûm wal Hikam, Juz 1, hlm. 339]