Luluh

Terakhir diperbaharui: Jumat, 25 November 2016 pukul 08:27
Tautan: http://darto.id/75

Sekeras apa pun besi masih bisa dirubah bentuknya. Tapi bagaimana bisa merubah jika tidak pernah ditempa.

Kita bisa meluluhkan orang sekeras kepala apa pun, asal kita mau bersabar memberikan nasihat-nasihat dan petunjuk yang benar. Dan tentunya dengan cara yang benar pula.

 

 

Mengejar Dunia

Terakhir diperbaharui: Rabu, 21 September 2016 pukul 10:32
Tautan: http://darto.id/6q

Entah, sedang mencari sesuatu, eh malah dihadapkan pada hadits ini. Sepertinya sedang diingatkan kembali arah dan tujuan hidup, Alhamdulillah. Semoga kita tidak pernah lelah dalam mengambil hikmah atau tidak pernah lelah dalam menyadari peringatan dari Illahi dalam menggapai nilai-nilai hidup yang sesungguhnya.

مَنْكانتالدنياهَمَّهُفَرَّقاللهعليهأمرَهُوجَعَلَفَقْرَهُبينعينيهولميَأْتِهمنالدنياإلاماكُتِبَله،ومنكانتالآخرةُنِيَّتَهُجَمَعَاللهُلهأَمْرَهُوجَعَلَغِناهفيقَلْبِهوأَتَتْهُالدنياوهِيَراغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)

HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani.

Sampai Kapan Mau Meremehkan Akhirat?

Terakhir diperbaharui: Senin, 19 September 2016 pukul 15:00
Tautan: http://darto.id/6p

Dunia itu semuanya kecil, yang tersisa dari dunia pun hanya kecil dan bagian kita dari yang kecil itu kecil juga dan yang tersisa untuk kita dari bagian kita itu, keciiil. Maka sampai kapan kita meremehkan akhirat yang dekat dan akan menjadi tempat kembali kita?

Syaikh Dr Sulaiman ar Ruhaili, Dosen Universitas Islam Madinah

Menebar Dusta Meraih Bahagia

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3g

Akhi Ukhtii moga selalu dalam lindungan Allah.
“Tinggalkanlah dusta, karena dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan kepada neraka”.
Kiranya seperti itulah makna salah satu pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun ternyata ada dusta yang boleh, bahkan itu adalah bumbu penyedap untuk kehidupan suami istri.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا يصلح الكذب إلا في ثلاث: يحدث الرجل امرأته ليرضيها والكذب في الحرب والكذب ليصلح بين الناس
”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal: ”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya demi menyenangkan hatinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”
(HR. Tirmidzi no. 1939, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2834)
Tapi perlu digaris bawahi, bahwa kebolehan ini bukan secara mutlak, yang diperbolehkan adalah dusta yang tujuannya memperbaiki hubungan dan menyenangkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya:
** KAU ADALAH PEREMPUAN TERINDAH UNTUKKU
** RONA WAJAHMU SELALU MEMBAYANGI JALAN-JALANKU
** AKU TAK KUASA BILA TAK MELIHAT WAJAHMU
** AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, SAYANG!!!
** MASAKANMU TIADA YANG MENANDINGINYA
Begitu pula sang istri kepada suaminya.
Inilah dusta yang seharusnya dipelajari oleh para pasutri, karena di dalamnya mengandung banyak hikmah, dan inilah gombal yang kadang kala sebagian suami sulit untuk mengungkapkannya, oleh karena itu harus ada latihan.
DR. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى