Saudaraku Kaum Muslimin wa Muslimah di Palestina

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/39

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين
Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَىقُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ
Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka
اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ
Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin
اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ
Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka
اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَالدِّين
Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama
بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
Dan sampaikanlah Sholawat kami kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam..
Yaa Rabb….
Kami memohon kepadaMu…
Kabulkan segala permohonan kami kepada Mu…dan kami sangat yakin tidak ada yang sanggup mengangkat kesulitan dan ujian yang diderita saudara-saudara kami dipalestina
melainkan dari-Mu yaa Rabb…
Yaa Rabb…
Kabulkanlah Yaa Rabb…
Pray for Palestina
Pray for Gaza

Kerinduan

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3a

Terkadang ALLAH subhaanahu wa ta’ala memisahkan antara kita dengan orang yang kita cintai karenaNya dengan jarak & kesibukan, hanya untuk sekedar merasakan indahnya kerinduan diantara keduanya diatas ketataan kepadaNya…
Untuk itu wahai saudaraku…
Cintailah saudaramu karenaNya sertakan doa untuknya apabila dirimu jauh darinya jangan menunggu sampai waktu memisahkan dirimu dengannya….

SUKSES YANG HAKIKI

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3b

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah….
Sering kali kita mendengar dari saudara-saudara kita dalam menasehati anak-anaknya ketika mereka sdh beranjak dewasa, org tua tersebut selalu menasehati kpd anak-anak dengan kalimat, “Nak, belajarlah yang benar biar kelak kamu menjadi  orang…!” Kalimat “biar menjadi orang disini biasanya mereka tujukan/ maksudkan kepada anak-anak agar anak mereka tersebut  sukses dalam urusan duniawi mereka kelak…
Wahai saudara-saudariku
Sungguh Islam sama sekali tidak melarang seseorang sukses dalam kehidupan duniawinya, akan tetapi kesuksesan duniawi bukanlah yang utama bagi seorang mu’min!
Yang merupakan prioritas utama seorang mu’min ialah bagaimana agar dia sukses dalam kehidupan akhiratnya kelak.
Sebagaimana ALLAH jelaskan bahwa kesuksesan yang benar-benar sukses ialah, manakala ALLAH selamatkan manusia dari api neraka dan ALLAH masukkan manusia kedalam surga itulah hakekat kesuksesan yang hakiki.
Sebagaimana yang ALLAH jelaskan dalam surah Ali Imran :185
” ..Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan…”
Syaikh As-Sa’di Rahimahullah mengatakan;
Orang yang memperoleh kemenangan yang besar adalah mereka yang selamat dari azab yang pedih dan dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Yaitu kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar oleh telinga manusia dan belum pernah terlintas didalam hati manusia, itulah hakekat kesuksesan.
Adapun sebaliknya apabila manusia dimasukkan kedalam neraka dan dijauhkan dari surga berarti dia bukan termasuk orang yang sukses….
(Taisir Kariimirrahman)
Demikianlah yang seharusnya sikap seoarang muslim dlm kehidupannya yaitu menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita-citanya dan harapan tingginya.
Semoga ALLAH memberikan kemudahan untuk melaksanakan ketaatan kepadaNya, memberikan kesehatan kepada kita semua.

BERSATUNYA WAHAI AHLUSSUNAH…

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3c

Saudaraku…
Diantara ketinggian dan kebesaran dakwah salafiyyah ialah hati-hati mereka senantiasa bersatu diatas manhaj ini.
Meskipun diantara mereka berbeda tempat,negara,zaman, Namun kita dapati hati-hati mereka bersatu! tidak terpecah belah dan kita melihat juga dari lisan-lisan yang keluar dari mereka muncul dari hati yang satu! tidak terpecah belah, dan apabila ada perselisihan tentang permasalahan ijtihadiyyah diantara mereka. Perselisihan mereka tersebut, tdk membuat mereka saling menghasad dan juga tidak diantara mereka kita melihat memaksa manusia untuk mengikuti pendapatnya/hasil ijtihadnya dan juga tidak saling menjatuhkan dengan hawa nafsu. Akan tetapi mereka tetap berada dalam satu shaf didalam shalat-shalat mereka. Yang demikian dapat kita saksikan dari tulisan mereka  yang dahulu hingga sekarang.
Sungguh menakjubkan perjalanan ilmiyyah mereka…
Dan sungguh menakjubkan akhlak mereka…
Saudaraku, tahu kah anda kenapa mereka bisa bersatu??
Mereka bisa bersatu, disebabkan karena mereka telah memahami agama ini dengan ushul dan qaedah dengan baik dan benar serta mereka adalah manusia-manusia yang terbimbing oleh kitabullah dan sunnah Rasulullah sebagaimana yang difahami oleh salaful ummah.
Adapun Ahlul bid’ah..
Yang jauhnya mereka dari kebenaran, yang engkau melihat mereka seolah-olah bersatu??
Namun persatuan mereka hanya berdampingan tubuh-tubuh mereka saja, padahal hati-hati mereka terpecah belah!
Yang engkau melihat akal-akal mereka seolah-olah benar, padahal mereka memiliki akal yang sangat goncang dan rusak,
Yang engkau melihat seolah-olah mereka berusaha mempersatukan hati-hati manusia diatas agama yang haq ini, pada hakekatnya mereka justru telah memecah belah diantara manusia diatas agama yang haq ini.
Wahai saudaraku tetaplah dirimu utk senantiasa menuntut ilmu dengan benar, pelajari ushul atau qaedah dalam agama ini dengan benar agar dirimu tidak jatuh kepada kezhaliman, kebodohan, dan kesesatan.

SIBUKKAN DENGAN KEKURANGAN DIRI KITA….!

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3d

Saudaraku kaum muslimin…
Termasuk salah satu prinsip yang telah ditetapkan oleh agama kita yang mulia ini adalah, bahwa setiap muslim sebelum ia menyibukkan dirinya untuk mengoreksi kekurangan orang lain, maka hendaknya ia berusaha sungguh-sungguh memperbaiki dirinya terlebih dahulu, ya’ni berupaya merealisasikan keselamatan, dan menjauhkan segala hal yang akan menyebabkan kerugian /kebinasaan dirinya.
Perhatikan firman ALLAH surah: Al-Ashr 1-3.
Ayat diatas memberikan pelajaran kepada kita, diantara:
ALLAH memberitakan kepada kita bahwa orang yang akan selamat dari kerugian ialah mereka yang merealisasikan pada diri mereka keimanan dan amal shaleh terlebih dahulu sebelum mereka mendakwahi orang lain dengan nasehat menasehati tentang kebenaran dan kesabaran…
Ayat diatas menjadi hujjah atas pembahasan kita saat ini, dan ALLAH sangat mencela kepada Bani Israil dikarenakan mereka menyimpang dari prinsip ini, yaitu dgn firman ALLAH:
Lihat surah AlBaqarah :44.
Untuk itu wahai ikhwan dan akhwat sekalian hendaklah kita senantiasa membenahi terus diri kita sendiri dahulu dari segala bentuk kekurangan dengan terus belajar (menuntut ilmu) kepada guru-guru kita, mempelajari kitab para ulama sampai selesai, serta mengamalkan apa yang sdh kita difahami dan istiqomahlah!
Kemudian apabila kita mampu untuk berdakwah maka mulailah terlebih dahulu kepada keluarga kita (anak dan istri) kemudian orang yang terdekat dengan kita, agar dakwah ini menjadi rahmat terlebih dahulu untuk keluarga kita sebelum kepada orang lain…
dan JANGAN SAMPAI KITA SIBUKKAN diri kita untuk orang lain akan tetapi keluarga kita tidak faham agama sama sekali…
Apabila antum dan antunna amalkan yang demikian, sungguh yang demikian lebih bermanfaat untuk diri kita dan juga kepada kemaslahatan dakwah.
Akhukum Ahmad Ferry Nasution

HIASI DIRIMU, WAHAI MUSLIMAH DENGAN RASA MALU….

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3e

Saudariku ukhtii muslimah…
Diantara kesucian fitrah seorang wanita ialah, mereka menghiasi dirinya selalu dengan sifat malu…
Sebagaimana Al Qur’anul kariim telah menjelaskan ketika ALLAH Ta’ala menceritakan didalam alqur’an kisah salah seorang anak wanita dari salah seorang bapak suku Madyan.
ALLAH Taala berfirman:
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan MALU-MALU, dia berkata:”Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami…(AlQashash:25)
Perhatikan ayat diatas wahai ukhti muslimah!..
Ya’ni seorang wanita yang mendapat tugas dari ayahnya, mereka berjalan dengan fithrahnya sebagai seorang wanita yang terhormat, yang memiliki rasa malu yang tinggi yang senantiasa menjaga kesuciannya dan keistiqomahannya ketika bertemu dengan kaum laki-laki yang berbicara dengannya.
Semua itu timbul dari fithrahnya yang selamat, bersih dan lurus.
Saudariku muslimah…
Meskipun tampak fithrah malunya wanita tersebut dari cara berjalannya, namun wanita tersebut tetap dapat menjelaskan maksudnya dengan sangat jelas, mendetail, tidak grogi, dan tidak terbata-bata dalam pembicaraannya dengan kaum laki-laki.
Begitulah sifat seorang wanita yang dididik oleh Al Qur’an dan As sunnah.
Adapun wanita yang tidak tersentuh dengan didikan Al Qur’an dan adab-adab islami.
Maka kita saksikan dari kehidupan mereka yang di kenal manusia sebagai wanita tomboy, suka keluyuran, tabarruj, campur baur dengan laki-laki tanpa kebutuhan yang dibenarkan syariat, berjalan dengan laki-laki yang bukan mahramnya atau wanita tersebut berjalan lenggak-lenggok….
Tanpa mereka sadari mereka telah mengganti rasa malu yang merupakan fithrah baginya dan mereka telah mentaati apa-apa yang diinginkan oleh musuh-musuh islam.
Semoga ALLAH menjaga kita, keluarga kita anak dan cucu kita dari tipu daya syaithan.
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

How To Find The Process ID Of A Program And Kill It

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3f

It often happens that you need to kill an unresponsive program. In Windows you have task manager for this situation. In Linux one can use the terminal to kill a running or unresponsive program. Using the terminal is better than using any GUI based tool as GUI tools may not show the still running hidden process.

Find the process ID (PID) of a program:

Open the terminal in Zorin 8 by using Ctrl+Alt+T. Now use the following command:

ps aux | grep -i “name of your desired program”

ps aux command returns all the running process on the system. And the grep afterwards shows the line which matches with the program name. The output of the command will be like this:

root@server:~_013

Kill the process:

Once you have the PID of the desired application, use the following command to kill the process:

sudo kill -9 process_id

If you have more than one process id, you can kill all of them together.

source: itsfoss.com

Menebar Dusta Meraih Bahagia

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3g

Akhi Ukhtii moga selalu dalam lindungan Allah.
“Tinggalkanlah dusta, karena dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan kepada neraka”.
Kiranya seperti itulah makna salah satu pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun ternyata ada dusta yang boleh, bahkan itu adalah bumbu penyedap untuk kehidupan suami istri.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا يصلح الكذب إلا في ثلاث: يحدث الرجل امرأته ليرضيها والكذب في الحرب والكذب ليصلح بين الناس
”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal: ”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya demi menyenangkan hatinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”
(HR. Tirmidzi no. 1939, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2834)
Tapi perlu digaris bawahi, bahwa kebolehan ini bukan secara mutlak, yang diperbolehkan adalah dusta yang tujuannya memperbaiki hubungan dan menyenangkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya:
** KAU ADALAH PEREMPUAN TERINDAH UNTUKKU
** RONA WAJAHMU SELALU MEMBAYANGI JALAN-JALANKU
** AKU TAK KUASA BILA TAK MELIHAT WAJAHMU
** AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, SAYANG!!!
** MASAKANMU TIADA YANG MENANDINGINYA
Begitu pula sang istri kepada suaminya.
Inilah dusta yang seharusnya dipelajari oleh para pasutri, karena di dalamnya mengandung banyak hikmah, dan inilah gombal yang kadang kala sebagian suami sulit untuk mengungkapkannya, oleh karena itu harus ada latihan.
DR. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Siapakah Aku?

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3h

Dahulu..
Imam yahya bin ma’in pernah Dihina oleh tetangganya..
Maka beliau menangis sambil berkata, “dia benar.. siapalah aku.. aku tidak ada apa apanya..
(Siyar a’laaminubala 6/450)..
Itulah ketawadlu’an ulama..
Syaikhul islam pernah dipuji dihadapannya..
Beliau berkata, “aku sendiri sampai sekarang masih berusaha memperbaiki keimananku..
Keislamanku belum bagus..
(Madarijussalikin 1/524)..
Bandingkanlah dengan diri kita yang sedikit saja punya kelebihan..
Kita berkata, “inilah aku..
Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

Bertaubatlah Kepada ALLAH, Sebelum Ajal Menjemputmu!!

Terakhir diperbaharui: Kamis, 25 Agustus 2016 pukul 15:12
Tautan: http://darto.id/3i

Saudara-saudariku yang berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH سبحانه وتعالى , adalah termasuk dari sifat seorang muslim atau muslimah yang sejati yang berpegang teguh dengan agamanya, yaitu mereka senantiasa menjauhi perbuatan dosa besar dan keji.
Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:
“Dan hanya kepunyaan ALLAH-lah apa-apa yang ada dilangit dan dibumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan & memberi balasan kepada yang berbuat baik dengan pahala yang baik. Yaitu orang-orang yang MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR dan PERBUATAN KEJI yang selain kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya dan dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menciptakanmu dari tanah dan ketika kamu masih berbentuk janin dalam perut ibumu, maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui ttg orang-orang yang bertaqwa ( an-najm 31-32).
Saudaraku…
Hidup didunia yang fana ini, kita tdk pernah lepas dari perbuatan dosa & ma’siyat, tetapi islam tidak membiarkan perbuatan dosa & ma’siyat itu terus menerus pada diri seorang muslim.
Saudaraku..
ALLAH سبحانه وتعالى menjanjikan kepada hamba-Nya yang mereka mampu menjauhi perbuatan dosa yaitu dengan AMPUNAN & SYURGA…
Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:
“Jika kamu sekalian meninggalkan dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami akan hapus kesalahan2x (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ketempat yang mulia (syurga). ( An-Nisa:31).
Perhatikanlah wahai saudaraku…
Begitu luasnya kasih sayang & rahmat dari ALLAH…
Begitu luasnya ampunan dari ALLAH…
Namun sedikit sekali dari kita yang menyadarinya tentang hal tersebut…
Wahai saudaraku, apakah pantas bagi kita…??
Yang setiap detik senantiasa kita menikmati & merasakan kenikmatan serta rizki dari ALLAH, namun sedikit dari kita yang bersyukur kepada-Nya dg melaksankan ketaatan kepada-Nya.
Dan banyak dari kita justru yang bergelimang dengan dosa dan ma’siyat dgn menggunakan kenikmatan dari ALLAH.
Untuk itu wahai saudaraku..
kami menasehatkan utk diriku dan kepada saudara-saudariku untuk bertaubat kepada ALLAH dengan taubat nasuha sebelum ajal menjemputmu!
Dan taubat itu akan timbul dari keteguhan hati yang sangat kuat untuk menghilangkan noda-noda dosa pada diri seorang hamba.
Maka sepatutnya bagi seorang hamba hendaknya segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada ALLAH serta berusaha utk mencari keselamatan kepada yg menguasai keselamatan yaitu ALLAH سبحانه وتعالى .
Seperti ALLAH Ta’ala berfirma:
“Wahai orang-orang yang beriman, taubatlah kamu kepada ALLAH dengan taubat nasuha (semurni-murninya), mudah2an Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..”
(At-Tahrim: 8).
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Seseorang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tdk berbuat dosa” ( ibnu majah 4250).
Semoga ALLAH Ta’ala memudahkan kita semua untuk senatiasa bertaubat kepada-Nya……
Sebelum kematian menjemput kita….
Sebelum lidah menjulur kaku…
Kunci rapat-rapat pintu syahwat dan syubhat!…., yang dengannya kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar…dan senantiasa kita untuk bersegera mengerjakan amal kebajikan disisa-sisa umur kita….
Dan terus kita harus tetap menuntut ilmu syar’i yang dengannya kita dapat memahami jalan-jalan kebaikan/ ketaatan….
Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, anak dan istriku, keluargaku dan umumnya kaum muslimin.
Akhukum Ahmad Ferry Nasution
Mahad Ummahatul Mu’minin- Tangerang