macOS: Cara Cek WHOIS Domain Indonesia (.id, .web.id, .ponpes.id, .my.id, .sch.id, .co.id, .ac.id, .biz.id, .or.id) Melalui Terminal

Terakhir diperbaharui: Jumat, 15 September 2017 pukul 09:55
Tautan: http://darto.id/7j

Bagi pengguna macOS, tentunya sudah tahu bagaimana menggunakan Terminal untuk check informasi sebuah domain.

Dartos-MacBook-Air:~ darto$ whois kloningspoon.com
 Domain Name: KLONINGSPOON.COM
 Registry Domain ID: 1578155545_DOMAIN_COM-VRSN
 Registrar WHOIS Server: whois.enom.com
 Registrar URL: http://www.enom.com
 Updated Date: 2017-06-20T01:58:35Z
 Creation Date: 2009-12-07T12:22:36Z
 Registry Expiry Date: 2018-12-07T12:22:36Z
 Registrar: eNom, Inc.
 Registrar IANA ID: 48
 Registrar Abuse Contact Email:
 Registrar Abuse Contact Phone:
 Domain Status: clientTransferProhibited https://icann.org/epp#clientTransferProhibited
 Name Server: PDNS1.REGISTRAR-SERVERS.COM
 Name Server: PDNS2.REGISTRAR-SERVERS.COM
 DNSSEC: unsigned
 URL of the ICANN Whois Inaccuracy Complaint Form: https://www.icann.org/wicf/
>>> Last update of whois database: 2017-09-15T02:31:05Z <<<

Nah, sekarang kita coba untuk cek sebuah domain Indonesia dengan menggunakan Terminal.

Dartos-MacBook-Air:~ darto$ whois rodja.id
whois: id.whois-servers.net: nodename nor servname provided, or not known

Saya tidak expert untuk mengetahui kenapa ini bisa terjadi, hehehe. Jika ada yang bisa menambahkannya atau sharing ilmunya, tolong kasih tau saya yah. Tapi mari kita lihat menu help dari perintah WHOIS.

Dartos-MacBook-Air:~ darto$ whois --help
whois: illegal option -- -
usage: whois [-aAbdgiIlmQrR6] [-c country-code | -h hostname] [-p port] name ...

OK, langsung aja deh, ke praktek bagaimana cara cek WHOIS domain nya.

Dartos-MacBook-Air:~ darto$ whois -h whois.pandi.or.id rodja.id
Domain ID:PANDI-DO632437
Domain Name:RODJA.ID
Created On:25-Aug-2015 06:02:39 UTC
Last Updated On:28-Aug-2017 10:12:17 UTC
Expiration Date:25-Aug-2019 23:59:59 UTC
Status:clientTransferProhibited
Status:serverTransferProhibited
Registrant ID:04rodja1
Registrant Name:Rodja
Registrant Organization:Rodja
Registrant Street1:Jl. Pahlawan Kp. Tengah Rt. 03 Rw. 03 Cileungsi
Registrant City:Bogor
Registrant State/Province:Jawa Barat
Registrant Postal Code:16820
Registrant Country:ID
Registrant Phone:+62.218233661x1234
Registrant Email:rodja756am@gmail.com
Admin ID:04rodja1
Admin Name:Rodja
Admin Organization:Rodja
Admin Street1:Jl. Pahlawan Kp. Tengah Rt. 03 Rw. 03 Cileungsi
Admin City:Bogor
Admin State/Province:Jawa Barat
Admin Postal Code:16820
Admin Country:ID
Admin Phone:+62.218233661x1234
Admin Email:rodja756am@gmail.com
Tech ID:04rodja1
Tech Name:Rodja
Tech Organization:Rodja
Tech Street1:Jl. Pahlawan Kp. Tengah Rt. 03 Rw. 03 Cileungsi
Tech City:Bogor
Tech State/Province:Jawa Barat
Tech Postal Code:16820
Tech Country:ID
Tech Phone:+62.218233661x1234
Tech Email:rodja756am@gmail.com
Billing ID:04rodja1
Billing Name:Rodja
Billing Organization:Rodja
Billing Street1:Jl. Pahlawan Kp. Tengah Rt. 03 Rw. 03 Cileungsi
Billing City:Bogor
Billing State/Province:Jawa Barat
Billing Postal Code:16820
Billing Country:ID
Billing Phone:+62.218233661x1234
Billing Email:rodja756am@gmail.com
Sponsoring Registrar ID:indoreg
Sponsoring Registrar Organization:INDOREG
Sponsoring Registrar City:Jakarta
Sponsoring Registrar Postal Code:11520
Sponsoring Registrar Country:ID
Sponsoring Registrar Phone:0215821567
Name Server:NS1.INDOREG.CO.ID
Name Server:NS2.INDOREG.CO.ID
DNSSEC:Unsigned

Nah, disana ada yang berbeda, yaitu menggunakan option -h = hostname. Saya menggunakan hostname langsung dari PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) yaitu whois.pandi.or.id.

OK, silakan mencoba.

macOS: Menampilkan File atau Folder Yang Disembunyikan oleh Virus di Flash Disk

Terakhir diperbaharui: Senin, 11 September 2017 pukul 08:49
Tautan: http://darto.id/7i

Ceritanya flash disk dipinjam oleh teman karena kemarin ingin cetak banner. Setelah flash disk kembali dan kemudian cek di laptop semua berubah menjadi icon putih dengan extension .lnk. Auw… kerjaan virus ini mah… and again… windows user. kapaw.

Untuk menampilkan semua file di seluruh system bisa menggunakan perintah:

defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles YES

Sedangkan kita maunya memunculkan file yang sudah di sembunyikan oleh virus di flash disk saja bukan memunculkan file yang tersembunyi di seluruh system.

OK. Kita kembalikan keadaan seperti semula, menyembunyikan file yang memang seharusnya tersembunyi, hehehe, dengan perintah:

defaults write com.apple.Finder AppleShowAllFiles NO

Dan untuk menampilkan file atau folder tertentu yang berada di flash disk perintahnya adalah…. eits…. sebelumnya kita masuk dulu ke flash disk. Untuk melihat semua volume ketik perintah /Volumes/ dan kemudian klik tab sekali lagi, maka semua volume akan terlihat dan ketik CD dan kemudian pilih nama flash disk nya.

Dartos-MacBook-Air:~ darto$ /Volumes/
Adobe Illustrator CS6/ AfterEffectsTrial-11.0.4-mul-AdobeUpdate/
AdobeCameraRaw-9.1.1-CS6-mul-AdobeUpdate/ Flash Player/
AdobeDigitalPublishingCS6-AutoUpdate/ GSP1RMCPRFRER_EN_DVD/
AdobeDreamweaver-12.0-All-Update/ InDesignCS6-AdobeUpdate/
AdobeExtensionManager-6.0.8-mul-AdobeUpdate/ macOS Sierra/
Dartos-MacBook-Air:~ darto$ cd /Volumes/GSP1RMCPRFRER_EN_DVD/

Dan perintah untuk menampilkan file yang termasuk tersembunyi adalah:

ls -a

Dan lebih baiknya kita hapus semua file yang sudah dibuat oleh virus dengan perintah:

rm -f *.lnk

Kemudian untuk menampilkan atau memunculkan kembali file atau folder yang sudah disembunyikan oleh virus, ketik perintah:

chflags nohidden NAMA FILE/FOLDER

Repeat this command to show the file that you want. Nah balik lagi, itu yang tersirat di benak. OK, kita terjemahkan, xixixi. Ulangi perintah diatas untuk memunculkan semua file atau folder yang anda mau yang berada di dalam flash disk tersebut.

Nah, jika ingin menyembunyikan file atau folder, berarti perintahnya adalah:

chflags hidden FILE/FOLDER

OK. Selesai sudah. Semoga bermanfaat.

WordPress: Membuat Child Themes

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 09 September 2017 pukul 08:48
Tautan: http://darto.id/7h

Apa itu Child Themes?

Kalau ada istilah child themes pasti akan ada pula istilah parent themes. Parent themes adalah tema (themes) yang akan kita gunakan untuk CMS WordPress kita. Seperti artinya, child themes adalah keturunan dari parent themes (tema utama).

Fungsi Child Themes

Fungsi yang terutama dari child themes adalah mengambil semua peran atau konfigurasi dari tema utama (parent themes) dan kemudian kita menambahkan atau menghilangkan konfigurasi tersebut pada child themes yang akan kita terapkan untuk tampilan di backend (dasbor) dan halaman website.

Mengapa Harus Membuat Child Themes? !!!

Tema di WordPress adalah sebuah kewajiban yang harus ada. Sebelum era ada child themes, ketika kita ingin menambahkan atau menghilangkan konfigurasi di WordPress, kita menulis kodenya di functions.php yang berada di dalam folder tema. Tetapi, bagi yang pelupa tentunya akan jadi masalah besar, karena kita sudah menulis kode yang kita inginkan dan kemudian ada update tema dari developer. Bles…. hilang semua deh. Terkadang dan seringnya lupa backup juga, jadinya total disaster dah, hehehe.

Sejauh mana peran penting child themes? Saya coba uraikan beberapa hal saja, bagi yang ingin menambahkan silakan.

  • Tidak merubah parent theme. Dengan membuat child theme, semua kustomisasi yang kita buat tidak akan berpengaruh pada parent theme.
  • Aman melakukan update tema. Karena kita tidak utak-atik atau menyentuh file-file yang berada di tema utama, artinya kita akan aman ketika melakukan update yang disediakan oleh pengembang tema yang sudah kita beli.
  • Memiliki konfigurasi yang sama dengan tema utama. Lantas, kenapa tetap harus membuat child theme jika konfigurasinya sama? Kalau menurut saya sih itu keuntungannya, hehehe. Karena untuk menjawab hal ini harus balik lagi 2 poin di atas. Dan tentunya, siapa juga sih yang tidak ingin merubah dari tampilan untuk website kita? entah menambahkan style (css) atau script (javascript), pastinya setiap website ada penyesuaian terhadap apa yang kita mau.
  • Mengurangi penggunaan plugins. Poin ini hanya kecendrungan saya saja dalam menggunakan CMS WordPress, yaitu mengurangi penggunaan plugins yang bisa berdampak terhadap performa website. Ada beberapa web admin, untuk melakukan kustomisasi dari tema yang dibeli dengan keinginan tampilan, banyak menginstall plugins. Yang menurut hemat saya tentunya banyak sekali kelemahannya karena biasanya pengembang atau pembuat plugins, sebetulnya saya gak cocok nyebut pengembang hehehe, emangnya bikin kue bolu, pengembang. Tapi berhubung orang Indonesia sudah di colok hidungnya sama Google translate, taunya pengembang bukan developer, hehehe. Lanjut… banyak pengembang yang membuat plugins berawal dari tujuan pribadinya sehingga tentunya saat membuat plugins bukan untuk melengkapi plugins lainnya. Dan artinya jika kita banyak menginstall plugin akan banyak kode-kode yang bertumpang tindih atau fungsinya saling bertabrakan. Dan ini menurut saya membuat dasbor website kita menjadi tidak kondusif, xixixi.
  • Meningkatkan skill. Dengan belajar membuat child theme semakin hari anda akan semakin mengerti WordPress itu apa sih dan gimana sih kerjanya. Walaupun masih harus banyak belajar untuk mengetahui gimana cara kerja core WordPress, hehehe. Setidaknya jadi tahu bagaimana cara kustomisasi WordPress.

Cara Membuat Child Themes

1. Membuat folder di wp-content => themes dan kemudian berikan nama sesuai dengan yang diinginkan dan disarankan untuk memberikan nama yang simple, tidak panjang banget, tidak pakai spasi, tidak menggunakan nama seperti password. Contoh: dartokloning, kloningspoon. Jika ingin menggunakan dua suku kata mungkin bisa menggunakan tanda minus (strip). Contoh: darto-keren, kloning-spoon, darto-gituh.

2. Membuat style.css didalam folder child themes.

/*
 Theme Name:   Darto KLoning
 Theme URI:    https://www.kloningspoon.com/
 Description:  Darto KLoning - We Share Because We Care
 Author:       Darto KLoning
 Author URI:   https://www.kloningspoon.com
 Template:     twentyfifteen
 Version:      2016.07.14
*/

/* Terapkan kustom css anda dibawah ini
============================================ */

Yang perlu diperhatikan adalah pada isianĀ Template, dimana isinya harus sesuai dengan nama folder dari parent theme yang ingin kita gunakan.

3. Membuat functions.php didalam folder child themes.

<?php

/*=== Memanggil css tema utama ===*/

function panggil_style_tema_utama(){
wp_enqueue_style( 'tema-utama', get_template_directory_uri() . '/style.css' );
}

add_action( 'wp_enqueue_scripts', 'panggil_style_tema_utama' );

/* Terapkan kode php atau function anda dibawah ini
=================================================== */

4. Menyiapkan file gambar dengan resolusi 1200×900 pixel dengan nama screenshot.png. Gambar ini yang akan mewakili child theme yang sudah kita buat saat di lihat di menu Appearance (tampilan) => Themes (tema).

Selesai sudah untuk pembuatan child themenya. Selebihnya anda bebas mengutak-atik child themes anda.

Selamat berekspresi dan berjuang.

macOS: Mengatasi MacBook Panas Karena Proses CPU Yang Tinggi

Terakhir diperbaharui: Jumat, 08 September 2017 pukul 19:13
Tautan: http://darto.id/7g

Sudah beberapa kali saya install ulang MacBook karena saya pikir macOS terbaru, Sierra tidak support dengan MacBook Air 2015 saya. Karena pertama kali install, semuanya serba OK n mantap. Kerja cukup nyaman, tidak harus bolak balik charging 3 atau 4 jam sekali seperti saat masih pakai laptop windows, dengan MacBook ini bisa bertahan antara 10 sampai 12 jam, baru charging lagi.

Tapi setelah lama pakai, begitu juga dengan waktu tempuh dari install pertama, makin lama MacBook makin panas, tapi teteup, gak sepanas laptop windows, xixixi. Dan baterai pun makin cepat habis. Tapi teteup, tidak secepat habis baterai laptop windows, hehehe. Iya deh, tidak semua, tapi teteup, rata-rata, hehehe.

Selidik punya selidik, ternyata yang bikin MacBook panas ini, ternyata adalah proses synchronizing iCloud dan Contacts yang terus menerus sehingga membuat proses CPU ini semakin tinggi. Kalau kita buka Activity Monitor, ada proses secd, soagent, callservicesd ini yang rata-rata tinggi.

Akhirnya saya putuskan untuk menon-aktifkan Keychain dan stop synchronize contacts dari semua email accounts. Dan untuk contacts nya buka aja di browser.

Menon-aktifkan Keychain

Untuk menon-aktifkan Keychain buka System Preferences => iCloud => uncheck Keychain. Dan jangan lupa juga untuk uncheck Contacts.

Menon-aktifkan Contacts

Untuk menon-aktifkan Contacts buka System Preferences => Internet Accounts => uncheck semua Contacts dari email yang ada di Internet Accounts.

Dan entah kenapa, setelah menon-aktifkan Keychain dan Contacts perlahan MacBook nya dingin serasa angin malam yang sepoi-sepoi di pinggir pantai.

Tips ini sudah ampuh bagi saya, tapi jika ada yang ingin menambahkan, silakan, karena disini saya hanya ingin berbagi, bukan sebagai seorang ahli.